KOTA JAYAPURA – Suara musik, kepedulian, dan kerinduan pada kampung halaman menyatu dalam konser amal bertajuk “Peduli Bencana Sumatera Utara” yang digelar Pemuda Batak Bersatu dan Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Se-Tanah Papua. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 7 Desember 2025 ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi wujud nyata empati masyarakat Batak di tanah rantau terhadap saudara-saudara mereka yang tengah dilanda bencana.

Raut duka masih melekat pada banyak warga perantau setelah menyaksikan kabar tentang ratusan korban meninggal dan ratusan lainnya hilang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari Jayapura, mereka memilih untuk tidak tinggal diam.
“Sebagai sesama orang Batak, peristiwa ini menyayat hati. Konser ini menjadi cara kami untuk hadir, meski dari jauh,” tutur Ketua Panitia, Dheo Machel Lumban Gaol.
Konser amal akan digelar di Hotel Max One Jayapura, Lantai 11, mulai pukul 16.00 WIT—21.00 WIT dan menampilkan Gerobak Band, Mace Purba, Epo D’Fenomeno, hingga OMCON SB & RND. Seluruh penampilan disiarkan langsung melalui YouTube dan TikTok Gembul Studio Musik agar masyarakat lintas daerah dapat ikut berpartisipasi.
Dheo menyebutkan bahwa donasi sudah dibuka sejak 6 Desember hingga 10 Desember 2025 melalui rekening Pemuda Batak Bersatu DPC Kabupaten Jayapura, BRI 108201010846530.
“Berapa pun yang diberikan akan sangat berarti. Kita ingin menunjukkan bahwa orang Batak di Tanah Papua tetap terhubung batin dengan keluarga di tanah asal,” ujarnya.
Ketua DPD PBB Papua, Ir. Tulus Sianipar, menegaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk gotong royong lintas daerah. “Musibah ini milik kita bersama. Solidaritas adalah identitas kita, dan sekarang adalah waktunya membuktikan itu.”
Sentimen serupa disampaikan Ketua KMB Kota Jayapura, Rudi Hartono Sihombing. Baginya, konser amal ini bukan hanya tentang donasi, tetapi juga tentang menjaga nilai kebersamaan dan rasa sepenanggungan.
“Di mana pun kita berada, ketika saudara kita sedang dalam kesulitan, kita terpanggil untuk membantu. Empati inilah yang membuat kita tetap kuat sebagai komunitas,” katanya.
Data BNPB mencatat 837 korban meninggal dan 545 orang hilang akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Angka itu menciptakan luka mendalam, tetapi dari Jayapura, harapan terus disalakan melalui tangan-tangan yang peduli.







