Tenaga Pendidik Tumbang , Yahukimo Jadi Sorotan! KKB Masih Gentayangan, Polisi Terbatas, Akses Hanya Lewat Pesawat Carter

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Papua saat diwawancarai media

Kabid Humas Polda Papua saat diwawancarai media

SUARATANAHPAPUA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengakui masih menghadapi keterbatasan personel dan sarana dalam menjaga keamanan di wilayah-wilayah terpencil, khususnya daerah rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan.

Dari total 51 distrik yang ada di Kabupaten Yahukimo, baru dua distrik yang memiliki kantor Polsek.
Artinya, masih terdapat 49 distrik atau sekitar 409 kampung yang belum dapat dijangkau secara optimal oleh aparat keamanan.


Keterbatasan Personel Jadi Tantangan Serius

Kabid Humas Polda Papua menyebut, saat ini hanya terdapat sekitar 300 personel polisi yang bertugas untuk melayani lebih dari 355 ribu penduduk di wilayah tersebut. Dengan kondisi itu, rasio perbandingan mencapai satu anggota Polri untuk 270 warga. Namun, tantangan sebenarnya bukan hanya pada jumlah penduduk, melainkan luas wilayah dan sulitnya akses.

“Kalau dari sisi jumlah penduduk masih ideal. Tapi kalau kita lihat dari sisi wilayah, satu petugas polisi harus melayani area sekitar 61 kilometer persegi. Ini sangat berat, apalagi kondisi geografis di Yahukimo yang terdiri dari pegunungan dan akses transportasi yang terbatas,”
jelasnya.


Transportasi dan Komunikasi Masih Terbatas

Hingga kini, sebagian besar distrik di Yahukimo hanya bisa dijangkau dengan penerbangan carter.
Tidak ada penerbangan reguler, dan transportasi darat antar distrik pun belum sepenuhnya terhubung.
Sarana komunikasi pun sangat terbatas, membuat koordinasi keamanan menjadi semakin sulit.

“Kita berharap ke depan ada solusi terbaik melalui dukungan pemerintah daerah dan pusat,
agar pembangunan infrastruktur bisa dipercepat dan aparat keamanan dapat menjangkau wilayah-wilayah tersebut,”
lanjutnya.


Imbauan bagi Tenaga Pendidik dan Medis di Daerah Rawan

Polda Papua juga mengimbau kepada tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah rawan, khususnya di daerah pegunungan,
untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami minta rekan-rekan guru, tenaga medis, dan pegawai pemerintah di wilayah rawan agar selalu berkoordinasi dengan kepala distrik, kepala kampung, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda. Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting,”
tegasnya.

Menurut data kepolisian, sepanjang tahun 2025, Kabupaten Yahukimo menjadi salah satu wilayah dengan tingkat gangguan keamanan tertinggi,
termasuk insiden yang menelan korban jiwa dari kalangan warga sipil maupun aparat keamanan.

Baca Juga :  Polri Melalui Rasaka Cartenz 2026 Bantu Tingkatkan Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat Nduga

Kolaborasi Jadi Kunci Keamanan Papua

Polda Papua menegaskan, menjaga keamanan di wilayah pedalaman tidak bisa hanya mengandalkan aparat.
Diperlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk bersama-sama membangun situasi yang aman dan kondusif.

“Dengan kolaborasi dan dukungan semua pihak, kami optimistis keamanan di wilayah Papua, khususnya Yahukimo, bisa terus membaik,” tutupnya.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT