SUARATANAHPAPUA.COM – Kemunduran anggota DPR RI Rahayu Saraswati memperoleh tanggapan dari Millenial Perempuan asal Papua yang juga dikenal sebagai Praktisi Bisnis dan Keuangan, Onice Waromi.
“Saya ikut menyimak statemen beliau di media sosial saat mundur, sangat disayangkan, karena Ibu Saras sejak lama menjadi pegiat sosial terlebih keberadaannya di Komisi VII membidangi Pariwisata dan beliau termasuk yang sangat keras agar pengembangan wisata harus menjunjung tinggi adat dan nilai budaya ”, ujarnya saat ditemui disalah satu kafe di Abepura pada Sabtu (13/9).
Onice yang semenjak lama memantau kiprah beliau termasuk di Jarnas Anti TPPO (Jaringan Nasional Tindak Pidana Penjualan Orang) mengatakan bahwa sektor Pariwisata memerlukan regulasi yang mumpuni agar pengembangannya menjadi lebih terarah terutama masyarakat adatnya turut dilibatkan agar tidak sekedar menjadi penonton semata.
“Saya pikir kita butuh perempuan yang mapan dan memiliki perhatian dalam mengurus rakyat, Mba Saras ini aktif dalam Jarnas Anti TPPO, saat ini beliau di Komisi VII tentunya spiritnya akan sangat dibutuhkan untuk pengembangan regulasi pariwisata kedepan”, terang perempuan yang saat ini tengah bersiap untuk melanjutkan beasiswa LPDP ke Swiss ini menambahkan.
Perihal komentar Saras di salah satu podcast yang kemudia diframing di media sosial, Onice mengaku telah menonton secara penuh dan menurutnya tidak ada yang patut disalahkan dari apa yang disampaikan. “Saya pikir sebagai pengguna medsos kita perlu lebih bijak, apa yang disampaikan sama sekali tidak salah itu adalah motivasi agar kita bisa bangkit membuka lapangan pekerjaan, dan semuanya adalah pilihan, tidak ada hal negatif yang saya tonton, jadi kenapa harus bereaksi negatif,”pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya Pernyataan Rahayu Saraswati banyak disorot terkait dorongan agar anak muda mencari peluang membangun bisnis, ketimbang terus-terusan bergantung pada lapangan kerja dari pemerintah. Saraswati mengakui potongan ucapan tersebut melukai banyak pihak, terutama bagi anak muda yang tengah berjuang merintis usaha. Ia meminta maaf atas kesalahannya tersebut dan memilih mundur dari Anggota DPR RI.
Onice juga menambahkan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan legislator yang mempuni dan bersedia berjuang dengan tulus untuk rakyat, sehingga dirinya mengakut tidak setuju dan berharap agar keputusan tersebut dievaluasi. “Kehilangan legislator yang bekerja secara sungguh-sungguh menjadi kerugian untuk bangsa ini, saya pikir keputusan tersebut harus dievaluasi”, ucapnya.







