Yuliyanto SH, MH : Pilkada Papua Tengah Paling Brutal, Harus Dievaluasi Total !

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 4 Januari 2025 - 01:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah nomor urut 04, Wilem Wandik – Aloysius Giay dan timnya, menyatakan bakal mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah KPU menetapkan pasangan Meki Nawipa dan Denis Geley sebagai pemenang pilkada pada Rabu (18/12/2024) dini hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Papua, tim relawan, koalisi partai, dan masyarakat di delapan kabupaten yang telah memberikan suara dengan tulus dan tanpa intimidasi,” ujar Wilem Wandik dalam konferensi pers, Rabu malam.

Padahal, Wandik mengungkap, 8 kabupaten meliputi Nabire, Dogiai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Timika, dan Puncak mendapatkan dukungan masyarakat yang sangat signifikan.

Meskipun KPU telah menetapkan pasangan Meki Nawipa – Denis Geley sebagai pemenang, Wandi Giay menegaskan akan menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi.

“Kami memohon doa dan restu dari seluruh pendukung agar proses di MK dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Jenazah Almarhum Alexsander Parapak Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Mimika

Ditempat yang sama, Calon Wakil Gubernur Papua Tengah, Aloysius Giay menegaskan komitmen pasangan Willem Wandik-Aloysius Giay untuk menempuh jalur hukum.

Giayi mengaku heran bahwa dalam perhitungan cepat internal, pasangan nomor urut 04 sebenarnya unggul. Namun, dalam waktu singkat terjadi perubahan suara yang berlawanan dengan hasil awal tersebut.

“Kami menunjukkan sikap demokrasi yang bermartabat. Bukan untuk memanipulasi atau mengecam secara membabi buta,” tegas Giayi.

Menurutnya, niat awal Wandik – Giayi murni untuk meletakkan pondasi pembangunan di Provinsi Papua Tengah.

Giay juga menegaskan akan mencari keadilan sesuai aturan yang berlaku dan ia menyakini suara yang diperoleh berasal murni dari rakyat, tanpa rekayasa atau manipulasi.

“Kami percaya Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga independen akan memeriksa fakta dan data suara asli dari rakyat Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Meskipun mengaku yakin akan keadilan, Giayi menyebut tidak menutup kemungkinan adanya intervensi kepentingan dalam proses penghitungan suara. Namun, tetap berharap MK dapat mengungkap kebenaran sejati.

Baca Juga :  Tokoh Agama Papua Apresiasi Satgas Ops Damai Cartenz, Dukung Penegakan Hukum terhadap KKB

“Kami akan menempuh jalur hukum dengan penuh kesabaran dan martabat,” pungkas Giayi.

PILKADA PAPUA TENGAH PALING BRUTAL !

Advokat Pasangan Nomor 04 , Yuliyanto SH MH mengapresiasi Forum Analisis Surabaya yang meminta MK membatalkan pleno rekapitulasi. Dirinya juga meminta seluruh pakar hukum di indonesia melihat pilkada di papua tengah dan papua pegunungan syarat dengan kecurangan bahkan sangat bobrok sehingga perlu dievaluasi.

“Saya Ucapkan trimakasi atas pandangan sahabat pengadilan, dan pandangan saya pilkada di papua tengah adalah paling brutal di indonesia dan semua pakar hukum tata negara bisa memakai barometer pilkada di gunung dan tengah, untuk memperbaiki aturan min dan kualitas pilkada, sehingga hal buruk itu tidak berulang,” Tuturnya saat diwawancarai pada jumat 3 januari 2025.

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru