SUARATANAHPAPUA.COM – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah nomor urut 04, Wilem Wandik – Aloysius Giay dan timnya, menyatakan bakal mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah KPU menetapkan pasangan Meki Nawipa dan Denis Geley sebagai pemenang pilkada pada Rabu (18/12/2024) dini hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Papua, tim relawan, koalisi partai, dan masyarakat di delapan kabupaten yang telah memberikan suara dengan tulus dan tanpa intimidasi,” ujar Wilem Wandik dalam konferensi pers, Rabu malam.
Padahal, Wandik mengungkap, 8 kabupaten meliputi Nabire, Dogiai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Timika, dan Puncak mendapatkan dukungan masyarakat yang sangat signifikan.
Meskipun KPU telah menetapkan pasangan Meki Nawipa – Denis Geley sebagai pemenang, Wandi Giay menegaskan akan menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi.
“Kami memohon doa dan restu dari seluruh pendukung agar proses di MK dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Calon Wakil Gubernur Papua Tengah, Aloysius Giay menegaskan komitmen pasangan Willem Wandik-Aloysius Giay untuk menempuh jalur hukum.
Giayi mengaku heran bahwa dalam perhitungan cepat internal, pasangan nomor urut 04 sebenarnya unggul. Namun, dalam waktu singkat terjadi perubahan suara yang berlawanan dengan hasil awal tersebut.
“Kami menunjukkan sikap demokrasi yang bermartabat. Bukan untuk memanipulasi atau mengecam secara membabi buta,” tegas Giayi.
Menurutnya, niat awal Wandik – Giayi murni untuk meletakkan pondasi pembangunan di Provinsi Papua Tengah.
Giay juga menegaskan akan mencari keadilan sesuai aturan yang berlaku dan ia menyakini suara yang diperoleh berasal murni dari rakyat, tanpa rekayasa atau manipulasi.
“Kami percaya Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga independen akan memeriksa fakta dan data suara asli dari rakyat Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Meskipun mengaku yakin akan keadilan, Giayi menyebut tidak menutup kemungkinan adanya intervensi kepentingan dalam proses penghitungan suara. Namun, tetap berharap MK dapat mengungkap kebenaran sejati.
“Kami akan menempuh jalur hukum dengan penuh kesabaran dan martabat,” pungkas Giayi.
PILKADA PAPUA TENGAH PALING BRUTAL !
Advokat Pasangan Nomor 04 , Yuliyanto SH MH mengapresiasi Forum Analisis Surabaya yang meminta MK membatalkan pleno rekapitulasi. Dirinya juga meminta seluruh pakar hukum di indonesia melihat pilkada di papua tengah dan papua pegunungan syarat dengan kecurangan bahkan sangat bobrok sehingga perlu dievaluasi.
“Saya Ucapkan trimakasi atas pandangan sahabat pengadilan, dan pandangan saya pilkada di papua tengah adalah paling brutal di indonesia dan semua pakar hukum tata negara bisa memakai barometer pilkada di gunung dan tengah, untuk memperbaiki aturan min dan kualitas pilkada, sehingga hal buruk itu tidak berulang,” Tuturnya saat diwawancarai pada jumat 3 januari 2025.







