Paulus Waterpauw Sudah Jadi Anak Nafri, KETUA LMA : Marganya AWI

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 24 Juni 2024 - 00:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kandidat Bakal  Calon Gubernur Papua periode 2024 – 2029, Paulus Waterpauw mengatakan sama sekali tidak menyangka dari Dewan Adat Papua (DAP) membuka diri

Kandidat Bakal Calon Gubernur Papua periode 2024 – 2029, Paulus Waterpauw mengatakan sama sekali tidak menyangka dari Dewan Adat Papua (DAP) membuka diri

SUARATANAHPAPUA.COM – Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, MSi didampingi Ketua LMA Port Numbay George Awi dan Ketua I Lemasko sekaligus mewakili wilayah adat Bomberay Mariannus Maknaipeku sowan ke Kantor Sekretariat Dewan Adat Papua yang berada Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu, 22 Juni 2024.

Paulus Waterpauw disambut hangat Sekjen DAP Leo Imbiri dan Wakil Ketua DAP Yakonias Wabrar bersama pengurus lainnya.

Dalam kesempatan ini, ada hal yang mengejutkan diungkapkan oleh Ketua LMA Port Numbay George Awi soal mantan Kapolda Papua ini. Bahkan, sudah sejak lama, Paulus Waterpauw telah diangkat sebagai anak adat dan disematkan fam Awi kepada Paulus Waterpauw.

“Mungkin bapak ibu bertanya-tanya mengapa bapak Ondo ini harus mendampingi bapak Paulus Waterpauw? Ade Jenderal ini waktu jadi Kapolresta Jayapura tahun 2006 datang masuk di Kampung Nafri. Pada tahun 2006 itu, kami angkat ade ini sebagai orang Nafri dan beliau pakai fam Awi, jadi Waterpauw Awi,” ungkap George Awi yang juga Ondoafi Nafri ini.

Ditegaskan bahwa penyematan fam Awi dibelakang nama Paulus Waterpauw itu, bukan lantaran Paulus Waterpauw akan maju sebagai calon Gubernur Papua, namun sudah diberikan beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Papua Apresiasi Satgas Operasi Damai Cartenz Jaga Keamanan di Tanah Papua

Apalagi, lanjut George Awi, pada saat itu, Kampung Nafri menjadi daerah merah. Namun, ia heran ketika Paulus Waterpauw saat menjadi Kapolresta Jayapura justru memilih datang pertama ke Kampung Nafri.

“Waktu itu, kami di Nafri ada dua ondoafi. Waktu itu kami heran kenapa Kapolresta datang ke kami punya kampung. Tapi menurut saya, beliau datang bukan lagi sebagai polisi, tapi datang sebagai ade bercerita bersama kami,” ujarnya.

“Ya, itulah ciri-ciri anak adat. Dan beliau menyerap aspirasi dari anak-anak itu dan beliau satu-satunya Kapolresta yang ‘menjinakkan’ orang-orang Nafri,” sambungnya.

Sejak saat itu, ungkap George Awi, muncul desakan dari masyarakat Nafri untuk mengangkat Paulus Waterpauw menjadi anak Nafri.

“Sejak saat itu, beliau menjadi anak Nafri dan beliau memakai fam atau marga Awi,” ujarnya.

Menurutnya, jika anak adat sudah datang di rumah adat menandakan bahwa anak tersebut bakal disambut para leluhur.

“Menurut kepercayaan kami kalau anak sudah datang di rumah kami punya moyang-moyang juga sambut. Saya Ondoafi jadi saya bicara sama nenek moyang bahwa anak ini sudah masuk di rumah,” katanya.

Baca Juga :  CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Fellowship Keberlanjutan untuk Jurnalis, Siapkan Dana Rp200 Juta

Untuk itu, ketika ada acara di Sekretariat Dewan Adat Papua, Paulus Waterpauw yang menjadi anak Nafri itu, maka sebagai Ondoafi Nafri, maka ia mengantarnya ke Dewan Adat Papua.

“Jadi, bapak ibu jangan berpikir bahwa beliau baru jadi Kapolda jadi kitong angkat-angkat, trada (tidak). Beliau datang dengan pangkat 2 melati. Dan Paulus Waterpauw punya ulang tahun dia bikin di Kampung Nafri, itu bawa band, padahal ini kampung saja, itulah karena kerendahan hati,” ujarnya.

Bahkan, saat menjadi Kapolda, Paulus Waterpauw tetap dinilainya sebagai sosok yang rendah hati. “Jadi, hari ini saya secara resmi bawa anak ini serahkan ke Dewan Adat Papua, tolong proses sesuai dengan mekanisme. Kalau sudah masuk rumah adat ini, semua tahu kita ini orang adat,” tandasnya.

George Awi menambahkan, jika sosok Paulus Waterpauw ini adalah anak adat yang mengerti adat.

“Sosok Paulus Waterpauw ini sosok anak adat yang tahu adat. Dia kan datang minta restu mau maju Pilgub Papua. Dia masuk ke rumah adat, berarti semua alam ini kan ikut merestui,” imbuhnya (CR01)

Berita Terkait

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
RAWAT KEBERAGAMAN DI TANAH PAPUA, IKAWANGI PERKUAT SOLIDARITAS DAN PELESTARIAN BUDAYA
EKONOMI LESU, KAPMI TETAP OPTIMISTIS KAWAL TARGET PERTUMBUHAN 8 PERSEN
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Senin, 2 November 2026 - 11:41 WIT

1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan

Minggu, 1 November 2026 - 15:35 WIT

SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA

Berita Terbaru