Viral di Medsos Kematian Ibu Hamil, RS Marthen Indey dan Dinkes Papua Gelar Pertemuan Klarifikasi

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Rumah Sakit (RS) Marthen Indey bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggelar pertemuan internal untuk memberikan klarifikasi terkait kasus kematian seorang ibu hamil saat proses persalinan yang viral di media sosial. Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu (27/12/2025) dan bertujuan meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Marthen Indey, Kolonel Ckm dr. Rudy Dwi Laksono, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah cepat pihak rumah sakit untuk membedah aspek teknis medis guna memastikan seluruh penanganan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami melibatkan Dinas Kesehatan untuk mengampu dari sisi teknis medis. Kami ingin memastikan secara transparan apakah ada kekurangan dalam penanganan atau memang seluruh prosedur sudah dijalankan sesuai SOP. Ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap transparansi dalam kasus kematian ibu dan anak,” ujar dr. Rudy kepada awak media.

Dugaan Penyebab: Emboli Air Ketuban

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani pasien, Dr. dr. David Randel Christanto, Sp.OG, Subsp. KFM, menjelaskan bahwa penyebab kematian pasien diduga kuat akibat cardiac arrest atau henti jantung mendadak yang dipicu oleh Emboli Air Ketuban.

Baca Juga :  Yuk Rasakan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Harga Bersahabat di Sky 360 Rooftop Horison Ultima Entrop

Menurutnya, Emboli Air Ketuban merupakan komplikasi persalinan yang sangat jarang terjadi namun bersifat fatal, di mana cairan ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu dan memicu gangguan pernapasan serta jantung secara tiba-tiba.

“Kami sudah memberikan edukasi kepada pihak suami terkait kondisi ini. Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Pasien tiba-tiba mengalami apneu atau henti napas, disertai perubahan warna wajah menjadi kebiruan, saat proses pembukaan hampir lengkap,” jelas dr. David.

Kronologi Penanganan Berdasarkan Rekam Medis

Berdasarkan data rekam medis RS Marthen Indey, berikut rangkaian penanganan terhadap pasien dengan usia kehamilan 37–38 minggu pada 26–27 Desember 2025:

  • 26 Desember 2025, pukul 09.40 WIT
    Pasien tiba di rumah sakit dengan rujukan untuk rencana induksi persalinan. Kondisi awal ibu dan janin dilaporkan dalam keadaan baik.

  • Pukul 11.00–13.00 WIT
    Tim medis memberikan edukasi kepada pasien dan suami terkait opsi persalinan, termasuk operasi sesar (SC). Namun, keluarga memutuskan untuk melanjutkan persalinan normal melalui induksi.

  • Pukul 13.00–23.00 WIT
    Proses induksi berjalan sesuai tahapan. Detak jantung janin (DJJ) dan kondisi ibu dipantau secara berkala setiap jam dan tercatat stabil.

  • 27 Desember 2025, pukul 02.30 WIT
    Ketuban pecah secara spontan dengan warna jernih. Pembukaan serviks mencapai 9 sentimeter.

  • Pukul 02.32 WIT
    Pasien tiba-tiba mengalami apneu, wajah membiru (sianosis), serta nadi melemah. Tim medis segera melakukan tindakan kegawatdaruratan berupa resusitasi jantung paru (RJP), pemberian oksigen, serta injeksi epinefrin.

  • Pukul 03.17 WIT
    Dokter penanggung jawab, dr. David, tiba di ruangan dan melakukan pemeriksaan lanjutan serta upaya penyelamatan maksimal di hadapan suami pasien.

  • Pukul 03.55 WIT
    Pihak rumah sakit menyatakan pasien meninggal dunia.

Baca Juga :  Lima Terdakwa Kasus Korupsi Aerosport Mimika Jalani Sidang Perdana di Jayapura

RS Rencanakan Pertemuan dengan Keluarga

Manajemen RS Marthen Indey menyatakan menghormati suasana duka yang tengah dialami keluarga korban. Oleh karena itu, pertemuan resmi dengan keluarga inti direncanakan akan dilakukan pada Senin pagi (29/12/2025).

“Saat ini keluarga masih dalam suasana berduka yang mendalam. Kami menghormati kondisi tersebut. Pada hari Senin nanti, kami akan duduk bersama suami dan keluarga agar seluruh informasi menjadi jelas dan terang,” tutup dr. Rudy.

Berita Terkait

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo
Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan
Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi
Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura
Sidang PTUN Jayapura, Gubernur Akui Usulan PAW Naftali Kobepa Telah Diterima
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:21 WIT

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:56 WIT

Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIT

Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WIT

Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru

Senin, 29 Juni 2026 - 08:28 WIT

Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi

Berita Terbaru