SUARATANAHPAPUA.COM – Aksi unjuk rasa memprotes lambatnya jaringan internet di Kabupaten Merauke berujung ricuh. Ratusan massa merusak kantor Telkomsel Merauke, sementara sejumlah aparat kepolisian yang menghalau aksi ikut terluka.
Unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Warga Merauke berlangsung di halaman Kantor Telkomsel Merauke, Kamis (21/8/2025) siang. Massa menuntut penjelasan pihak Telkomsel terkait gangguan internet yang dirasakan sejak 16 Agustus 2025.
“Kami meminta transparansi dari pihak Telkomsel terkait apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan pertama kali, sejak tahun 2018 sudah delapan kali jaringan internet di Merauke putus,” ungkap Sultan Hasanudin, salah satu warga Merauke.
Pihak Telkomsel menyebut gangguan jaringan terjadi akibat kabel optik bawah laut yang terputus. Telkomsel kini menunggu kapal khusus untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
“Sekitar pukul 03.00 WITA tadi kapal sudah loading suku cadang di Makassar dan akan berlayar ke Merauke melalui Dobo. Jika cuaca mendukung, estimasi perbaikan selesai 5 atau 6 September,” jelas Pimpinan PT Telkom Papua, Antonius Joko Sritomo.
Kericuhan pecah saat massa melempari kaca kantor dan merusak fasilitas di dalam gedung. Bahkan, massa sempat berniat membakar kantor Telkomsel, namun aksi itu berhasil digagalkan aparat kepolisian.
Akibat bentrokan, beberapa anggota polisi mengalami luka akibat lemparan batu dan ketapel. Massa akhirnya kocar-kacir setelah polisi menembakkan gas air mata.








