Jayapura, 12 Juni 2025 — Sebanyak 32 anak dari Dusun Wailawa, Negeri Laha, resmi dinyatakan lulus dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sadar Lingkungan (Darling) dalam acara wisuda pelepasan siswa-siswi Tahun Ajaran 2024/2025 yang berlangsung pada Selasa (10/6) lalu.
PAUD Darling merupakan program pendidikan inklusif hasil binaan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura, yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan anak usia dini bagi keluarga prasejahtera. Tidak hanya fokus pada dasar akademik, PAUD ini juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pendekatan Kurikulum Merdeka Lingkungan.
“Anak-anak resmi kami kembalikan kepada orang tua tetapi bukan berarti berhenti untuk belajar. Saya harap apa yang telah didapat dari PAUD Darling mampu menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Santi Sainyakit, Kepala Sekolah PAUD Darling.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian dari program ini adalah penerapan sistem SPP Berbayar Sampah. Wali murid hanya perlu menyetorkan 10 kilogram sampah per bulan sebagai bentuk kontribusi biaya pendidikan. Sampah yang dikumpulkan digunakan dalam pembelajaran dan pengelolaan lingkungan sekolah, yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua secara aktif.
Febri Nur Faizin, AFT Manager Pattimura, menegaskan bahwa PAUD Darling adalah wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus mendorong kesadaran lingkungan di komunitas sekitar.
“Keunggulan program ini terletak pada integrasi antara pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan. Dengan konsep sekolah berbayar sampah, kami ingin membuka peluang pendidikan yang terjangkau dan berkelanjutan bagi anak-anak di Negeri Laha,” ungkapnya.
Febri juga berharap agar lulusan PAUD Darling terus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tanpa terbebani oleh biaya.
“Kami percaya, dari sampah yang mereka kumpulkan, anak-anak bisa mendapatkan kesempatan belajar dan masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Ucapan syukur juga datang dari para wali murid. Salah satunya, Ibu Sarsina, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi para guru dan keberadaan PAUD Darling di tengah masyarakat.
“Anak-anak kami tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dibekali akhlak dan karakter yang baik. Terima kasih kepada seluruh guru dan PAUD Darling yang telah peduli pada anak-anak kami,” ujarnya.
PAUD Darling telah menjadi salah satu model program CSR edukatif dan ramah lingkungan yang kini mulai mendapat perhatian sebagai solusi pendidikan berbiaya rendah dengan dampak sosial yang nyata di wilayah Maluku dan Papua.








