Tiga akademisi doktor komunikasi kupas akar geopolitik, endgame Iran, dan siapa yang sesungguhnya mengendalikan kebenaran di era AI.

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 15:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

diskusi intelektual bertajuk “Apakah Kita Menuju Perang Besar Dunia?” pada Jumat, 10 April 2026

diskusi intelektual bertajuk “Apakah Kita Menuju Perang Besar Dunia?” pada Jumat, 10 April 2026

SUARATANAHPAPUA.COM  — Universitas Sahid Jakarta melalui Sekolah Pascasarjana kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan pemikiran kritis di bidang komunikasi global dengan menyelenggarakan diskusi intelektual bertajuk “Apakah Kita Menuju Perang Besar Dunia?” pada Jumat, 10 April 2026. Forum ini menghadirkan tiga mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi yang mengulas konflik AS–Israel versus Iran dari perspektif geopolitik, strategi militer, serta komunikasi global berbasis teknologi.

Diskusi ini menjadi bagian dari komitmen akademik USAHID dalam menghadirkan ruang dialog ilmiah yang responsif terhadap dinamika global, sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis strategis lintas disiplin di era disrupsi teknologi dan informasi.

“Tugas seorang akademisi adalah hadir di titik paling panas persoalan zaman. Diskusi ini adalah tanggung jawab keilmuan kita sebagai bagian dari masyarakat global.”

— Dr. Prasetya Yoga Santoso, Kaprodi Doktoral Ilmu Komunikasi USAHID Jakarta

 

Bukan Perang Sporadis—Ini Skenario Lama

Fathurrahman Yahya menegaskan bahwa konflik ini merupakan bagian dari konstruksi geopolitik jangka panjang pasca-Perang Dingin 1991. Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam perebutan energi global.

“Ini perang untuk menentukan siapa yang menguasai jantung energi dunia. AS mendukung Israel dan menekan Iran karena kombinasi tiga kepentingan: energi, keamanan, dan geopolitik.”  — Fathurrahman Yahya, Analis Timur Tengah, DIK 29

Baca Juga :  Satgas Ops Damai Cartenz Berhasil Tewaskan 1 KKB di Paniai

 

Endgame Iran: Lemah, Tapi Tak Hancur

Didin Nasirudin memproyeksikan bahwa Iran tidak akan runtuh meskipun menghadapi tekanan militer besar, dengan strategi perang asimetris berbasis drone dan jaringan proxy.

“Endgame yang paling mungkin adalah gencatan senjata tanpa pemenang mutlak. Iran melemah, tapi tidak hancur. Selat Hormuz dibuka kembali dengan aturan main baru.”  — Didin Nasirudin, Konsultan Komunikasi Global & Pengamat Politik AS, DIK 35

 

Siapa Kuasai Algoritma, Dia Kuasai Kebenaran

Henry Sianipar menjelaskan bahwa perang modern berlangsung pada level fisik, kognitif, dan epistemologis, di mana algoritma dan AI menjadi penentu persepsi publik global.

“Kita sudah berada di era Perang Permanen Multi-Dimensi. AI adalah pembentuk realitas.” — Henry Sianipar, Eksekutif Produser Liputan 6 SCTV, DIK 33

 

USAHID sebagai Ruang Produksi Pengetahuan Strategis Ilmu Komunikasi

Program Doktor Ilmu Komunikasi USAHID berperan dalam membentuk akademisi yang memahami komunikasi sebagai arena produksi makna dan kekuasaan. Perang modern adalah konstruksi realitas berbasis teknologi, media, dan algoritma. Literasi media dan kecerdasan komunikasi strategis menjadi kunci dalam menghadapi era ini.

Baca Juga :  UNJ Beri Beasiswa Ratusan Mahasiswa Papua, Gandeng Billy Mambrasar Perkuat Pengembangan SDM Papua

Di era ketika kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta, melainkan oleh algoritma, siapa yang sesungguhnya mengendalikan realitas? Dalam konteks ini, Universitas Sahid Jakarta memposisikan diri sebagai ruang produksi pengetahuan strategis melalui Program Doktor Ilmu Komunikasi yang membentuk akademisi kritis untuk memahami komunikasi sebagai arena kontestasi makna dan kekuasaan. Perang modern tidak lagi sekadar fisik, melainkan konstruksi realitas berbasis media, teknologi, dan algoritma, sehingga peran akademisi menjadi krusial dalam mengungkap relasi kuasa, membangun literasi media, serta mengembangkan kecerdasan komunikasi strategis sebagai fondasi menghadapi era perang multi-dimensi berbasis AI.

 

 

 

INFORMASI ACARA

Penyelenggara: Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta

Waktu & Tempat: Jumat, 10 April 2026, Hall Doktoral Ilmu Komunikasi USAHID

Moderator: Mochamad Husni, Vice President Corporate Communication Astra Agro Lestari, Tbk.

Narasumber: Fathurrahman Yahya, Didin Nasirudin, Henry Sianipar

Kontak: rpatrissia@gmail.com, prithaayodyas3@gmail.com

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru