Remaja di Kuala Kencana Ditemukan Gantung Diri, Sempat Dirawat di RSMM Caritas Sebelum Meninggal Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika, Papua Tengah – Peristiwa dugaan gantung diri yang melibatkan seorang remaja di wilayah Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, menggemparkan warga setempat pada Selasa (17/2/2026). Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Y. Tanah Kristiono, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian tragis itu terjadi, korban sempat diminta oleh orang tuanya untuk belajar. Namun, korban justru memilih mengurung diri di dalam kamar.

“Anak ini baru satu tahun tinggal di Timika, sebelumnya tinggal di Jayapura. Keluarganya mengaku selama ini korban sering murung, selalu menyendiri, tapi tidak mau bicara jujur saat ditanya oleh bapaknya,” ungkap Ipda Kristiono.

Baca Juga :  Didukung Penuh Secara Aklamasi, Teguh Santosa Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum JMSI Periode 2025–2030

Korban pertama kali dilarikan ke Klinik SOS Kuala Kencana dalam kondisi masih hidup. Pihak medis kemudian merujuk korban ke RSMM Caritas untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

“Korban dinyatakan meninggal dunia saat dirawat di RSMM Caritas, Selasa pagi. Kami menerima informasi setelah korban itu meninggal dunia,” jelasnya.

Baca Juga :  Longsor Putus Jalan Trans Papua, 50 Alat Berat Dikerahkan Buka Akses Jayapura–Wamena

Dari hasil pemeriksaan awal, aparat kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak kepolisian memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis anak dan remaja, terutama ketika menunjukkan perubahan perilaku seperti menarik diri dari lingkungan sosial dan sering terlihat murung.

Dukungan keluarga, komunikasi terbuka, serta pendampingan yang tepat diharapkan dapat mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.(Junio)

Berita Terkait

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo
Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan
Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi
Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura
Sidang PTUN Jayapura, Gubernur Akui Usulan PAW Naftali Kobepa Telah Diterima
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:21 WIT

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:56 WIT

Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIT

Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WIT

Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru

Senin, 29 Juni 2026 - 08:28 WIT

Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi

Berita Terbaru