Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan mengerahkan sekitar
50 unit alat berat untuk menangani longsor yang menyebabkan terputusnya
Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena, sejak
Sabtu (7/2/2026). Berkat penanganan intensif, sejumlah titik jalan yang sebelumnya rusak kini sudah dapat dilalui secara terbatas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena,
Febryan Nurdiansyah, mengatakan alat berat yang dikerahkan terdiri dari
excavator dan dozer, serta didukung
belasan unit dump truk untuk percepatan penanganan material longsor.
“Saat ini kurang lebih ada 50 unit alat berat yang diturunkan, terdiri dari excavator dan dozer, serta belasan dump truk untuk membantu penanganan longsor di ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena,” ujar Febryan kepada wartawan,
Rabu (11/2/2026).
Febryan menjelaskan, ruas jalan yang terdampak longsor merupakan proyek
Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dikerjakan oleh
PT Hutama Mambelim Trans Papua (PT HMTP). Ia menyebutkan terdapat
36 titik di sepanjang jalur Jayapura–Wamena yang terdampak longsor.
“Dari total 36 titik tersebut, terdiri atas
26 titik longsor lereng, 9 titik cross drain putus, dan 1 jembatan hanyut. Saat ini
21 lokasi sudah dilakukan penanganan sementara dan sudah bisa dilalui,
8 lokasi masih dalam penanganan, serta
7 lokasi belum bisa dikerjakan,” jelasnya.
Dalam penanganan tersebut,
Kepala BBPJN Papua–Papua Pegunungan, Denny Firmansyah, turun langsung ke lapangan untuk memimpin proses penanganan longsor. Upaya ini dilakukan agar akses jalan dapat segera pulih dan kembali mendukung aktivitas masyarakat.
“Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena merupakan jalur vital yang menjadi urat nadi perputaran ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan di Papua dan Papua Pegunungan. Karena itu kami terus berupaya agar jalur ini dapat kembali beroperasi,” kata Febryan.
Ia juga mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh pihak agar proses penanganan dapat berjalan lancar hingga akses jalan sepenuhnya normal kembali.
Selain kerusakan infrastruktur, Febryan menambahkan bahwa peristiwa longsor tersebut mengakibatkan
tiga orang mengalami luka-luka, dengan rincian
satu orang mengalami patah tangan dan dua orang luka ringan. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim di lapangan.
“Sementara itu, jumlah kendaraan yang tertimbun longsor masih belum dapat diinventarisir. Selain fokus pada penanganan jalan, kami juga terus memantau kondisi para sopir yang sempat terjebak longsor,” pungkasnya.