Papua–Maluku, 19 Februari 2026 – Pertamina Patra Niaga memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di 21 Terminal BBM (Fuel Terminal/Integrated Terminal) wilayah Maluku dan Papua dalam kondisi aman pada awal Ramadan 1447 H.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menyatakan pihaknya telah melakukan perencanaan sejak awal Februari guna menjamin kelancaran distribusi di wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan dan pegunungan.
Ketahanan Stok BBM di Level Aman
Pada hari pertama puasa (19/2), rata-rata ketahanan stok tercatat sebagai berikut:
- Solar: 11 hari
- Pertalite: 26 hari
- Pertamax: 29 hari
- Dexlite: 11 hari
- Minyak Tanah & Avtur: 21 hari
Menurut manajemen, level stok tersebut bersifat dinamis karena mengikuti arus suplai masuk dan distribusi keluar ke SPBU, agen minyak tanah, serta Aviation Fuel Terminal.
Wilayah Papua–Maluku memiliki tantangan distribusi yang kompleks, termasuk jarak tempuh jauh dan kondisi geografis ekstrem. Oleh karena itu, penguatan stok di terminal menjadi fondasi utama menjaga kontinuitas suplai hingga ke masyarakat.
SPBU Siap Layani Pemudik dan Masyarakat
Selain menjaga ketersediaan BBM, Pertamina juga meningkatkan standar layanan di SPBU selama Ramadan, antara lain:
- Kebersihan toilet dijaga secara berkala
- Mushola dalam kondisi bersih dan layak pakai
- Perlengkapan ibadah tersedia dan terawat
Langkah ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, khususnya pengguna jalan yang membutuhkan tempat istirahat atau salat saat perjalanan.
Untuk informasi layanan dan pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Dengan penguatan stok dan peningkatan layanan, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga ketahanan energi dan kenyamanan masyarakat Papua–Maluku selama Ramadan 2026.








