Paulus Waterpauw Kritik Musrenbang Kampung yang Tak Sentuh Aspirasi Rakyat

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 19:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM — Kemiskinan ekstrem masih menjadi persoalan utama yang menghambat percepatan pembangunan di Papua. Kondisi tersebut, diperparah oleh lemahnya mekanisme perencanaan pembangunan, khususnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kampung hingga daerah yang kerap hanya bersifat formalitas dan sarat kepentingan politik.

Hal itu disampaikan Anggota Komite Eksekutif Papua (KEP), Paulus Waterpauw M.si usai pertemuan koordinasi Komite Eksekutif Papua dengan Kementerian PPN/Bappenas di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Paulus menilai, Musrenbang kampung, Musrenbang kabupaten, hingga Musrenbang provinsi—yang dalam sistem Bappenas dikenal sebagai Musrenbang reguler—seharusnya menjadi wadah utama penyerapan aspirasi masyarakat secara bottom-up, bukan sekadar agenda administratif tahunan.

“Musrenbang itu harus benar-benar membawa aspirasi dari bawah. Apa yang menjadi pikiran dan harapan masyarakat, itulah yang harus diungkap dan diperjuangkan dalam Musrenbang,” tegas Paulus.

Baca Juga :  Pembaruan Politik Global? Prabowo Subianto Jadi Sorotan Dunia lewat Pidato PBB!

Namun dalam praktiknya, ia menyayangkan Musrenbang sering kali hanya dijalankan sebagai formalitas, bahkan dimanfaatkan sebagai ruang kompromi politik oleh kepala daerah dan elite pemerintahan.

“Saya menghimbau pemerintah daerah agar tidak membawa Musrenbang ke dalam kepentingan politik. Bicara kemaslahatan masyarakat jangan dicampur dengan politik. Bicaralah kepentingan rakyat secara murni,” ujarnya.

Paulus menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat di kampung-kampung Papua sesungguhnya sangat konkret dan mendasar, mulai dari akses jalan antar kampung, air bersih, listrik untuk penerangan dan pendidikan anak-anak, hingga fasilitas kesehatan dan sekolah yang layak.

“Kalau masyarakat ingin jalan pintas antar kampung, bangun jalannya. Kalau butuh air bersih, bangun air bersih. Kalau butuh listrik untuk anak-anak belajar, sediakan. Kalau butuh rumah sakit, klinik, dan sekolah yang berkualitas, ya bangun itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Komjen Pol Purn Drs Paulus Waterpauw Msi Diusulkan Masuk Menjadi Menteri Kabinet 2024-2029

Ia mengingatkan, jika seluruh proses perencanaan pembangunan terus dibebani kepentingan politik jangka pendek, maka pembangunan Papua akan terus berjalan di tempat dan tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan ekstrem.

“Kalau semua dibawa ke kepentingan politik, mau sampai kapan? Istilah saya, kepala gundul ditumbuhi rambut, lalu gundul lagi—susah. Tidak pernah selesai,” kritik Paulus.

Paulus menyebutkan, persoalan Musrenbang yang tidak substantif ini telah disampaikannya kepada Deputi Pengembangan Kewilayahan Bappenas untuk dibahas lebih lanjut secara mendalam. Ia mengapresiasi respons positif dari Bappenas, Ketua Komite Eksekutif Papua, serta anggota komite lainnya terhadap kritik dan masukan tersebut.

Menurut Paulus, pembenahan Musrenbang kampung menjadi kunci penting dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Papua, sekaligus memastikan pembangunan benar-benar berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dan daerah terpencil.

Berita Terkait

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Berita Terbaru