Paulus Waterpauw: Kopi Papua Dilirik Dunia, Tapi Butuh Investasi Serius

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menilai kopi Papua memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang diminati tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional. Hal itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom di Kantor Sekretariat Negara (Sesneg), Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. Dalam rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua KEP OTSUS Papua Velix Wanggai dan dihadiri oleh 8 Pimpinan Komite.

Menurut Waterpauw, pengembangan kopi Papua harus dilakukan secara terencana dan serius, terutama dari sisi investasi dan dukungan anggaran. Ia menekankan bahwa kopi Papua tidak boleh dipandang sebagai kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai peluang ekonomi daerah yang perlu didorong secara kolektif.

“Kopi Papua diminati bukan hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai negara. Ini potensi besar yang harus dikelola dengan baik,” kata Waterpauw.

Ia menjelaskan, pengembangan sektor kopi membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari pembiayaan, sumber daya manusia, hingga peningkatan kapasitas petani dan pengelola. Proses dari penanaman, peremajaan tanaman, sampai pengolahan pascapanen, menurut dia, membutuhkan modal yang tidak kecil.

Baca Juga :  Bupati Lanny Jaya Minta Evaluasi Kinerja Distrik dalam Rakor 2026

Waterpauw juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi daerah-daerah di Papua, termasuk keterbatasan dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Alokasi Umum, serta skema pendanaan lainnya. Dalam kondisi tersebut, ia menilai komunikasi aktif dengan pemerintah pusat menjadi kunci.

“Dalam situasi ekonomi seperti sekarang, komunikasi dan pengaturan yang matang sangat penting. Kepala daerah harus aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan wakil menteri di Jakarta agar ada dukungan konkret,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas kementerian dan lembaga diperlukan untuk mendorong kerja-kerja khusus bagi daerah-daerah di Papua yang membutuhkan percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.

Usulan Kontrak Guru Orang Asli Papua

Selain isu ekonomi, Waterpauw juga menyoroti pembangunan sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan. Ia mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mengontrak guru Orang Asli Papua (OAP) sebagai langkah memperkuat layanan pendidikan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Baca Juga :  288 Calon Praja Asal Papua Tengah Ikuti Seleksi Masuk IPDN Rebut 27 Kuota

Menurut Waterpauw, pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan Papua. Karena itu, kebijakan afirmatif di sektor pendidikan perlu diarahkan sejak tahap paling awal.

“Usia dini ini sangat menentukan. Dari merekalah perubahan mendasar bisa dimulai,” kata dia.

Selama ini, kata Waterpauw, banyak daerah di Papua masih bergantung pada guru kontrak dari luar Papua. Padahal, terdapat banyak anak-anak muda Papua yang belum bekerja dan berpotensi untuk diberdayakan.

Ia mengusulkan agar kontrak guru OAP disertai dengan program pelatihan atau pendidikan singkat guna memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga. Dengan skema tersebut, pemerintah daerah dinilai dapat memperkuat sektor pendidikan sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Rapat dengar pendapat tersebut menjadi forum pembahasan sejumlah isu strategis pembangunan Papua Pegunungan, mulai dari penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan afirmatif di bidang pendidikan.

Berita Terkait

Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan
Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo
Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan
Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi
Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 09:47 WIT

Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:21 WIT

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:56 WIT

Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIT

Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo

Senin, 29 Juni 2026 - 21:22 WIT

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan

Berita Terbaru