PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat di wilayah operasional melalui program Community Christmas Flights. Menjelang perayaan Natal 2025, perusahaan menerbangkan sekitar 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal milik warga di wilayah dataran tinggi Kabupaten Mimika.
Pengiriman dilakukan menggunakan helikopter PTFI ke wilayah Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan PTFI sangat membantu warga karena tingginya biaya dan risiko pengangkutan barang menggunakan helikopter sewa.
“Terima kasih atas bantuan pengiriman bahan makanan ke Lembah Tsinga dan Aroanop. Atas nama kepala suku, kami menyampaikan terima kasih kepada PTFI. Tuhan memberkati,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Tsinga, Yoab Beanal, yang menilai pengiriman menggunakan helikopter PTFI memungkinkan bahan makanan dan kebutuhan Natal tiba tepat waktu di kampung-kampung.
Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menjelaskan bahwa Community Christmas Flights merupakan program rutin yang telah dijalankan sejak 2015.
“Program ini bertujuan memudahkan warga membawa bahan makanan dan kebutuhan Natal yang mereka beli di Timika ke kampung masing-masing. Dengan helikopter PTFI, pengangkutan menjadi lebih cepat, aman, dan efektif,” jelasnya.
Dari total 90 ton barang yang diangkut, 8,4 ton merupakan bantuan langsung dari PTFI. Seluruh barang telah melalui pemeriksaan X-Ray di Bandara Mozes Kilangin Timika sebelum diterbangkan menggunakan metode sling load, yaitu kargo digantung di bawah helikopter dengan kabel baja sesuai standar keselamatan penerbangan.
Penerbangan dilakukan sebanyak 35 kali pada periode 7–23 Desember 2025, dengan rute dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju sejumlah titik penurunan di kampung-kampung di Aroanop, Tsinga, dan Jila. Waktu tempuh rata-rata setiap penerbangan sekitar satu jam pulang-pergi.
Nathan menambahkan, metode sling load dinilai paling efektif karena helikopter dapat langsung menjangkau kampung, sehingga warga tidak perlu berjalan kaki berjam-jam melewati medan pegunungan yang berisiko.
Selain di dataran tinggi, PTFI juga mendukung angkutan Natal di wilayah sekitar operasional perusahaan, seperti Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak. Selama periode 15–24 Desember 2025, tercatat 36 perjalanan bus yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal.
Di wilayah dataran rendah, PTFI turut membantu mobilitas dan angkutan barang warga Suku Kamoro, termasuk di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi.








