Tiga Hari Hilang, Remaja Nduga Ditemukan Tak Bernyawa di Ginid Bawah

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 04:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah Remaja yang Tenggelam di Distrik Dal Ditemukan di Ginid Bawah, Nduga

Nduga, 4 November 2025 — Setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat terseret arus di Distrik Dal, satu jenazah korban tenggelam akhirnya ditemukan di kawasan Ginid Bawah, Kabupaten Nduga. Korban diketahui bernama Yupin Pokniangge (17), seorang pelajar yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menyeberangi kali.

Laporan penemuan jenazah pertama kali disampaikan keluarga kepada pihak Rumah Sakit Elvrida Sara pada Selasa siang, sebelum kemudian diteruskan ke Polres Nduga untuk ditangani lebih lanjut.

Proses Evakuasi Dipimpin Kapolres Nduga

Kapolres Nduga AKBP Alredo A. Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil bersama Kasat Samapta Ipda Motalip Litiloly, S.AP, dan delapan personel piket langsung menuju lokasi penemuan pada pukul 13.52 WIT. Tim medis dari RS Elvrida Sara turut mendampingi untuk memastikan penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Banyaknya orang yang Hadir di Kampanye Akbar Menandakan MariYo Sangat Disayangi Masyarakat Papua

Pada pukul 14.28 WIT, Plt. Bupati Nduga Yoas Beon, S.IP tiba di lokasi guna memberikan dukungan emosional kepada keluarga korban.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Elvrida Sara untuk proses pembersihan sebelum akhirnya disemayamkan di rumah duka pada pukul 18.17 WIT.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan pihak keluarga, korban bersama sejumlah rekannya sebelumnya bermain voli di Distrik Dal. Setelah itu, mereka menggunakan wifi di sekitar lokasi sebelum memutuskan menyeberangi kali. Namun arus deras menyeret mereka, menyebabkan Yupin tenggelam dan hilang.

Baca Juga :  Hardiknas 2026 di Nduga Meriah, Bupati Yoas Beon Lepas Jalan Sehat Pelajar dan Masyarakat

Pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIT, keluarga melakukan ritual adat sebelum memulai pencarian. Berdasarkan petunjuk adat tersebut, korban diyakini terbawa arus Kali Kenyam hingga ke wilayah Ginid Bawah, tempat jenazah akhirnya ditemukan.

Temuan Medis

Hasil pemeriksaan dokter RS Elvrida Sara menunjukkan tanda-tanda kematian yang konsisten dengan korban tenggelam dan telah berada di air selama beberapa hari.
Jenazah mengalami lebam di beberapa bagian tubuh, pembusukan lanjutan, serta kulit yang mengelupas. Estimasi waktu kematian diperkirakan sekitar 72 jam sebelum ditemukan.

Dimakamkan Besok

Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Rabu, 5 November 2025 di Kompleks Barak Merah, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru