SUARATANAHPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Nduga bersama jajaran Forkopimda dan unsur TNI-Polri menurunkan tim tanggap darurat bencana alam ke Distrik Dal, Nduga, Papua Pegunungan. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP, berangkat menggunakan dua unit helikopter Bell milik TNI AD dari Pos Kotis Danyonif 733 Masariku, Senin pagi (3/11/2025).
Keberangkatan tim diikuti oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Dandim 1706/Nduga Letkol Inf Saeri, SE., MM, Kapolres Nduga AKBP Alredo Agustinus Rumbia, S.I.K., M.Tr.Mil, serta Ketua DAS Kabupaten Nduga Jhon Beon, dan Sekretaris BPBD Nduga Johan Rumpaidus. Turut hadir pula Pdt. Nataniel Tabuni dari Sinode Kingmi serta perwakilan masyarakat setempat.
Setibanya di Distrik Dal sekitar pukul 11.55 WIT, tim disambut oleh masyarakat dan keluarga korban bencana alam yang sebelumnya dilaporkan menelan 15 korban jiwa. Kunjungan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Nataniel Tabuni, dilanjutkan dengan sambutan Plt. Bupati Nduga.
Dalam keterangannya, Yoas Beon mengatakan, kehadiran pemerintah daerah bersama jajaran TNI-Polri merupakan bentuk kepedulian dan tanggap cepat terhadap bencana yang terjadi di wilayah Nduga.
“Begitu kami mendapat laporan bahwa ada musibah yang menelan 15 korban jiwa, saya langsung berkoordinasi dengan Pimpinan TNI AD, khususnya Pangkogabwilhan III, agar bisa segera menuju lokasi dan memastikan kondisi masyarakat secara langsung,” ujar Yoas Beon.
Pemerintah Kabupaten Nduga juga menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban, antara lain uang tunai sebesar Rp1 miliar, serta sejumlah bantuan logistik berupa beras, gula pasir, kopi, rokok, dan mie instan.
Kepala Distrik Dal, E. Tabuni, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada keluarga korban.
“Kami berterima kasih karena pemerintah daerah hadir langsung di tengah kami dan memberikan bantuan bagi keluarga korban,” ujarnya.
Tim tanggap darurat kemudian kembali ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, sekitar pukul 13.00 WIT dalam keadaan aman dan kondusif.
Berdasarkan keterangan pemerintah daerah, bencana alam yang menelan 15 korban jiwa di Distrik Dal diduga terjadi akibat meluapnya sungai Panpan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan longsoran batu dan pasir yang menimpa warga yang sedang melintas di sekitar sungai.
Langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah daerah antara lain pendataan lebih lanjut terhadap korban serta koordinasi bersama BPBD dan dinas terkait untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan maksimal.








