SUARATANAHPAPUA.COM – Kabar duka datang dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Barat. Salah satu tokoh kunci mereka, Brigjen Lamek Alipky Taplo, dilaporkan tewas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Informasi tersebut memicu berbagai reaksi di kalangan simpatisan yang menganggapnya sebagai “pejuang kebebasan”.
Di media sosial, sejumlah akun pendukung Papua merdeka menuliskan pesan duka mendalam.
“Mereka bilang kamu pemberontak, tapi bagi kami kamu adalah pagar hidup orang Papua yang sejati. Tenanglah bersama Sang Maha Kuasa, dan sampaikanlah kepada yang telah mendahului kami bahwa rakyat bangsa Papua Barat masih ditindas oleh penjajah,” tulis salah satu unggahan yang kini banyak dibagikan warganet.
Brigjen Lamek Taplo dikenal sebagai salah satu pimpinan kelompok bersenjata aktif di wilayah Pegunungan Bintang. Ia disebut memiliki pengaruh besar dalam mengoordinasikan aksi-aksi bersenjata di perbatasan Papua–Papua Nugini, serta pernah terlibat dalam sejumlah serangan terhadap aparat dan fasilitas pemerintah.
Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah anggota kelompok yang melarikan diri setelah bentrokan. Situasi di wilayah tersebut dikabarkan berangsur kondusif.
Brigjen Lamek Taplo, yang oleh aparat disebut sebagai pimpinan salah satu faksi KKB di wilayah Pegunungan Bintang, kini meninggalkan jejak panjang konflik bersenjata di tanah Papua — konflik yang masih terus menyisakan luka sosial bagi warga setempat.








