SUARATANAHPAPUA.COM – Sabtu pagi di area Car Free Day Holtekamp, antrean rapi mengular. Di ujungnya, prajurit berseragam loreng sigap mengangkat karung—bukan untuk operasi militer, melainkan untuk Gerakan Pangan Murah (GPM). Inilah cara TNI merayakan ulang tahun ke-80: turun ke titik-titik keramaian, menghadirkan beras SPHP dengan harga terjangkau agar dapur warga tetap ngebul.
“GPM adalah wujud nyata kepedulian TNI. Kami ingin kehadiran TNI membawa manfaat langsung,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, S.E., M.M. Ia menegaskan, kegiatan ini tak sekadar seremoni, melainkan upaya nyata menjaga keterjangkauan pangan dan stabilitas harga di Papua.
Menyasar Titik-Rawan, Menjaga Harga Tetap Waras
Tak hanya Jayapura, GPM berjalan serentak di lima wilayah:
-
Jayapura (CFD Holtekamp) — dilibatkan Ajendam, Bekangdam, Paldam, Kumdam, Jasdam, Kesdam, Denmadam, dan Kodim 1701/Jayapura; 15 ton beras ludes diserbu pembeli.
-
Wamena (Pasar Potikelek) — Kodim 1702/Jayawijaya menyalurkan 2 ton untuk warga pegunungan yang mengandalkan pasar tradisional sebagai nadi ekonomi.
-
Biak Numfor (Pasar Darfuar, Bosnek, Inpres) — Kodim 1708/BN menggelontorkan 5 ton, menyasar sumbu distribusi harian masyarakat pesisir.
-
Yapen Waropen (Alun-alun Trikora Serui, Distrik Yapsel) — Kodim 1709/Yawa menyalurkan 5 ton, mendekat ke kantong permukiman agar warga tak perlu jauh belanja.
-
Mimika (CFD Jl. Cenderawasih, depan Koramil 1710-02/Timika & Bundaran SP.2) — Kodim 1710/Mimika melepas 6 ton di simpul mobilitas warga.
Dalam satu hari, 33 ton (33.000 kilogram) beras SPHP berpindah tangan—langsung dari lapak GPM ke dapur-dapur keluarga Papua.
Lebih dari Ulang Tahun, Ini Soal Kemanunggalan
Di sela transaksi, prajurit tak segan membantu mengangkat karung ke motor atau mobil bak. Pemandangan kecil yang terasa hangat: TNI hadir, melayani, dan mempermudah. “Peringatan HUT TNI ke-80 bukan sekadar perayaan. Ini momentum memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat—hadir kapan pun, di mana pun,” tegas Kapendam.
Angka-angka Kunci (Box Data)
-
Total beras SPHP: 33 ton
-
Sebaran wilayah: Jayapura (15T), Wamena (2T), Biak (5T), Yapen (5T), Mimika (6T)
-
Format layanan: lapak GPM di CFD & pasar/pusat keramaian
-
Tujuan: keringankan beban warga, jaga stabilitas harga
Kenapa Penting?
Harga pangan yang terjangkau berarti daya beli warga terjaga. Dengan menyasar ruang publik seperti CFD dan pasar, GPM memotong jarak antara penyedia dan penerima manfaat. Efeknya: distribusi lebih cepat, antrian tertib, harga lebih ramah kantong.








