IPB Kukuhkan Gelar Doctor Kepada Anisti, Menyoal Ketimpangan Structural diantara Konsensus, Solidaridas Publik dalam Perspektif Komunikasi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Dua hari usai HUT ke-80 RI Institut Pertanian Bogor , Program Studi Komunikasi Pembangunan mengukuhkan gelar doctor kepada Anisti Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informati (19/08) di Gedung Sekolah Paska Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Disertasi yang diberi tajuk “Kekuatan Dialog Komunikasi Gerakan Sosial di Komunitas Nelayan Kecil Indramayu”. Dalam paparanya, Anisti ingin melihat tindakan komunikasi mewujudkan consensus di ruang public, pola dialogis, Gerakan sosial meuju perubahan sekaligus ingin melihat model komunikasi.

Dalam orasi berjudul Kekuatan Dialog Komunikasi Gerakan Sosial di Komunitas Nelayan Kecil Indramayu, Anisti menegaskan ingin memberikan sumbangsih pemikiran praktis yaitu dengan memberikan konsep pola nyata pembentukan consensus dan model komunikasi pada perubahan sosial, sementara secara akademis dapat memerkaya khasanah ilmu komunikasi Pembangunan.

Selanjutnya Anisti menggarkan bahwa ruang public merupakan wahana demokrasi, dimana warga dan pemerintah bebas menyampikan pendapat sebgai bentuk diskursif. Menurutnya ruang public bersifat mandiri , diskusi secara rasional, kritis terhadap kekuasaan yang memiliki akses bebas dari dominasi. “ Hal ini seperti yang dinyatakan Hubermas soal hakikat ruang” tandas Anisti dalam orasinya

Baca Juga :  Tokoh Hindu di Mimika Dukung Ops Damai Cartenz Jaga Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis

Sidang terbuka yang dipimpin Dekan FEMA IPB, Prof. Dr Sofyan Syaf, Msi juga dihadiri penguji dari luar seperti Dr. Dwi retno Hasari dan Dr. Agustina Multi Purnomo dalam kesempatan tanya jawab menyoal tentang etnografi komunikasi dan uji reabilitas.

Dalam kesempatnya Anisti menjawab dengan taktis bahwa ruang public dibangun melalui fotum musyawarah, disksusi, pertemuan informal merupakan klain validitas yang dipertukarkan secara rasional. Dalam hal ini bukan sekedar akhir namun sebagai proses deliberative dimana intersubyektifitas actor dan legitimasi adalah tindakan kolektif’

Sementara Anisti menyoroti teori Hubermas menjadi landasan penting bagaimana komunitas yang terpinggirkan membangun kekuatan dialogis yang melampaui relasi kuasa formal “ Artinya kontek dominnasi sitemik yang merasuk dalam kehidupan nelayan kecil butuh tidakan komunikatif seperti yang dipaparkan teori Hubermas” tandas Anisti .

Masih dalam kesempatan yang sama, Anisti menegaskan pentingnya tidakan komunikatif dalam mewujudkan consensus di ruang public dibutuhkan pola dialogis dalam pembentukan reflektifitas masyarakan marginal, sebagai gerakan sosial menuju perubahan sosial. “ Sebagai insan akademis kami juga akan merancang model komunikasi untuk gerakan nelayan kecil” pungkasnya dalam paparannya.

Baca Juga :  Wali Wonda ST: Halal Bihalal Demokrat, Ajang Kebersamaan dan Komitmen Pembangunan

Dalam orasi ilmiahnya Anisti juga tidak melupakan unsur novelty (kebaruan) dalam risetnya, penelitian ini pada integrasi teori dan tindakan komunikasi Hubermas dan kritik Nancy Fraser untuk memahami dinamika komunikasi dalam gerakan komunitas nelayan dengan deskripsi dialog kolektif nelayan kecil pada ruang homogen, namun konteks ketimpangan yang dinegosiasikan secara reflektif dan partisipasif. Sehingga terjadi model komunikasi tatap muka yang tebangun dalam struktur organic dan sistemik oleh individu yang mampu mengarahkan kejujuran, kebenaran dan ketepatan dalam komunikasi. Sementara secara metodogis, penggunaan etnografi komunikasi dengan pendekatan kritis memungkinkan pembacaan atas relasi kuasa dan resistensi dalam praktik komunikasi.

“ Dalam penelitian ini saya ingin menawarkan formulasi baru bahwa komunikasi gerakan sosial merupakan praktik dialog kolektif dalam perjuangan partisipasi dan berkelanjutan demi membangun consensus, solidaridas untuk mendorong transformasi sosial di Tengah ketimpangan structural” ungkap Anisti mengakhiri orasi ilmiahnya  (AHR)

Berita Terkait

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Berita Terbaru