SUARATANAHPAPUA.COM – Sejumlah tokoh masyarakat serta pihak keluarga almarhum Bupati Nduga, Dinard Kelnea, menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana pengangkatan Wakil Bupati sebagai Bupati definitif. Penolakan ini dinyatakan sebagai bentuk aspirasi kolektif demi menjaga stabilitas dan kesinambungan pelayanan publik di daerah yang masih tergolong rawan konflik.
Tokoh intelektual asal Nduga, Tomi Gwijangge, menegaskan bahwa proses pengusulan calon Bupati pengganti harus segera dilakukan oleh partai-partai koalisi, dengan catatan penting: nama yang diusulkan harus berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) III. Hal ini, menurutnya, sangat krusial agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal tanpa memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.
“Kekosongan kepemimpinan tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Situasi keamanan di Nduga masih belum stabil, dan pengusulan nama calon Bupati perlu segera dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujar Tomi Gwijangge.
Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan politik, tetapi berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat dan efektivitas pelayanan publik, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian ekstra dari negara.
Pihak keluarga almarhum serta sejumlah tokoh masyarakat berharap partai koalisi dapat merespons aspirasi ini secara bijaksana dengan mengusulkan sosok pemimpin yang mampu membawa Kabupaten Nduga menuju arah yang lebih aman, stabil, dan sejahtera.








