SUARATANAHPAPUA.COM – Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti jemaat Gereja Baptis Kuwopaga, Distrik Tiomneri, Kabupaten Lanny Jaya, saat Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja baru, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh gereja, masyarakat setempat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan dana pembangunan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pembangunan rumah ibadah.
Dalam sambutannya, Bupati Aletinus menyampaikan bahwa karena adanya keterbatasan serta efisiensi anggaran, setiap usulan bantuan pembangunan gereja harus diajukan satu tahun sebelumnya agar dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran pemerintah daerah.
“Untuk semua gereja di Lanny Jaya, saya sampaikan bahwa karena keterbatasan dan efisiensi anggaran, pengusulan bantuan pembangunan gereja harus dilakukan setahun sebelumnya agar dapat dianggarkan oleh Pemda,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan gereja sebaiknya diawali dari inisiatif jemaat dengan membangun pondasi, tiang, dan atap terlebih dahulu. Setelah itu, pemerintah daerah akan hadir memberikan dukungan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Harus direncanakan dengan matang dan dianggarkan setahun sebelumnya. Kalau membawa proposal dan langsung dibantu sekarang, itu tidak bisa lagi. Dulu mungkin bisa, tapi sekarang sistem keuangan sudah ketat dan efisien, jadi semua harus direncanakan dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, semangat membangun rumah ibadah harus disertai tanggung jawab dan perencanaan yang baik agar bantuan pemerintah tepat sasaran serta berkelanjutan.
Bupati Aletinus juga mengungkapkan keinginannya untuk membantu seluruh pembangunan gereja di Kabupaten Lanny Jaya. Namun, ia menekankan bahwa sistem keuangan daerah saat ini menuntut transparansi dan efisiensi sehingga seluruh program harus direncanakan sejak awal.
“Saya sangat ingin membantu semua pembangunan gereja di Lanny Jaya, tapi karena sistem keuangan sekarang ketat, maka harus dilakukan perencanaan dari awal dan secara matang,” katanya.
Peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik gereja, tetapi juga menjadi tanda komitmen spiritual dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan beriman yang kokoh di tengah pegunungan Papua.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta semangat gotong royong jemaat, pembangunan Gereja Baptis Kuwopaga diharapkan menjadi pusat ibadah, persaudaraan, dan pembinaan umat bagi masyarakat di Distrik Tiomneri dan sekitarnya.








