SUARATANAHPAPUA – Calon Wakil Gubernur Papua Yermias Bisai memiliki ide brilian menjawab permasalahan jalan dan jembatan di Papua. Pembangunan jalan dan jembatan di Papua masih bermasalah, banyak proyek insrastruktur transportasi yang tertunda.
Selain itu, masih banyak juga jalan dan jembatan tidak layak. Hal ini berdampak terhadap konektifitas antar kota dan kabupaten.
Menjawab masalah itu, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1 Benhur Tomi Mano-Yermias Bisai memiliki gagasan brilian untuk lima tahun kedepan.
Gagasan itu disampaikan Yermias Bisai dalam debat publik ketiga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Jakarta pada Kamis, 21 November 2024.
Yermias Bisai mengawalinya dengan menjelaskan pembangunan jalan dan jembatan maupun infrastruktur dasar lainnya di Papua sangat banyak kendala.
Pertama, kondisi geografis Papua yang begitu sulit, kemusian jangkauan yang luas. Kedua, ketersediaan anggaran.
“Dalam pembangunan infrastruktur ada sumber dana yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat sehingga daerah dalam mengembangkan jalan potensial yang menghubungkan satu wilayah sangat terbatas sehingga menyebabkan tidak ada hubungan transportasi jalan antar daerah,” jelasnya.
Jika terpilih, Yermias Bisai mengatakan dirinya akan mendampingi Benhur Tomi Mano sebagai Gubernur Papua berusaha menggali potensi daerah.
Potensi daerah ini dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai infrastruktur
“Kami akan berusaha dengan potensi daerah sehingga PAD mampu membiayai infrastruktur jalan dan jembatan,” jelasnya.
Gagasan tentang cara Mengatasi Kemiskinan
Sementara itu Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano memiliki gagasan tentang cara mengatasi kemiskinan di wilayahnya.
Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan panelis dalam debat publik ketiga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Jakarta pada Kamis, 21 November 2024.
“Apa kebijakan strategis paslon untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten, kota sehingga program penanggulangan kemiskinan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien,” pertanyaan panelis yang ditujukan kepada Benhur Tomi Mano.
Benhur Tomi Mano menjawab untuk menangani kemiskinan di Papua ada tiga cara.
“Pertama, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Kedua, melalukan pendataan kepada masyarakat,” jelasnya.
Kemudian yang ketiga, lanjut Benhur Tomi Mano, melakukan pemberian kartu Papua Maju.
Kemudian, juga akan melakukan kolaborasi dengan tingkat distrik, kecamatan, dan kelurahan dalam pengentasan kemiskinan.
“Hal lain juga kami lakukan adalah pemberian bantuan langsung kepada masyarakat di kota dan kabupaten. Itu strategi kami dalam mengatasi kemiskinan di Papua,” jelasnya. (rdk)








