Elelim – Kabupaten Yalimo dilanda kerusuhan yang membuat situasi memanas dan menimbulkan kerusakan fasilitas umum. Polres Yalimo kini tengah menangani insiden yang berujung pada pembakaran rumah warga, kios, hingga asrama polisi.
Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samonsabra, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kerusuhan bermula dari insiden di lingkungan sekolah saat proses belajar mengajar. Salah satu siswa, An. AB, diduga mengeluarkan ucapan yang menyinggung temannya di kelas, yang memicu reaksi negatif dari beberapa siswa hingga berujung pemukulan terhadap murid AB.
Upaya penyelesaian melalui ruang guru gagal menenangkan situasi. Ketegangan kemudian meluas, melibatkan siswa lain dan warga setempat yang merasa terpancing, bahkan menyerang guru yang mencoba melerai.
“Kedatangan petugas kepolisian justru menghadapi serangan dari massa yang terus bertambah,” ujar Kapolres. Massa kemudian membakar kios yang diduga milik orang tua AB, serta merembet ke Mess Perwira dan asrama Polres Yalimo.
Dalam insiden ini, satu anggota polisi dilaporkan terkena anak panah di kepala dan saat ini mendapatkan perawatan intensif. Aparat masih melakukan pengamanan ketat untuk mengendalikan situasi.
Kapolres Yalimo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga ketertiban, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memicu konflik.
“Serahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak kepolisian. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan demi terciptanya suasana kondusif di Kabupaten Yalimo,” tutupnya.








