Menghadapi PSU Pilkada Papua Waterpauw Ingatkan Soal Penumpang Gelap Demokrasi

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 3 Juni 2025 - 01:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Tokoh Papua dan mantan pejabat tinggi negara serta Mantan Wakabaintelkam POLRI, Komjen Pol Purn Paulus Waterpauw Msi menyerukan ajakan kuat kepada seluruh elemen masyarakat Papua, khususnya Tim Khusus (Timsus) pendukung pasangan BTM-CK, untuk bersikap kritis dan waspada menghadapi dinamika politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Ketua Timsus BTM-CK dan seluruh anggota tim, Waterpauw mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi demokrasi yang menurutnya semakin kompleks dan mengkhawatirkan. Ia menyebut bahwa suasana saling curiga antar individu, kelompok masyarakat, hingga antara rakyat dan negara kini telah melembaga.
“Demokrasi kita saat ini bukan hanya kompleks, tapi telah menjadi ruang yang rawan disusupi kebencian berbasis SARA, populisme primordial, dan berita bohong. Ini bukan lagi kompetisi gagasan, tapi penyebaran ketakutan,” tegasnya.
Paulus Waterpauw juga mengingatkan bahwa bukan hanya para kontestan politik yang berperan dalam situasi ini, melainkan juga para “pebisnis hitam, koruptor, dan pelaku politik busuk” yang memanfaatkan situasi demi kepentingan sempit dan jangka pendek mereka.
Di tengah kesibukannya menyelesaikan program doktoral, Waterpauw tetap memberikan arah strategis dan ajakan moral kepada tim pemenangan BTM-CK dan seluruh masyarakat Papua, terutama di wilayah adat Tabi dan Saireri. Ia menekankan pentingnya pendidikan politik yang sehat dan literasi publik yang kuat sebagai benteng terhadap manipulasi demokrasi.
“Kita harus memobilisasi tokoh-tokoh agama, adat, pemuda, perempuan dan seluruh warga Tabi-Saireri untuk menolak para penumpang gelap reformasi yang hendak membajak demokrasi kita dari rakyat,” ungkapnya.
Beberapa hal penting yang perlu kita cermati:

  1. Tantangan demokrasi dewasa ini semakin nyata, bahkan sudah melembaga. Kita menyaksikan berkembangnya sikap “saling curiga” antara individu, kelompok masyarakat, bahkan antara rakyat dan negara. Ini bukan asumsi, tetapi kesimpulan dari literasi dan fakta yang saya pelajari dan bandingkan.
  2. Kondisi saling tidak percaya itu kini diperparah dengan menguatnya politik identitas dan populisme berbasis primordial.
  3. Kompetisi elektoral telah bergeser. Tidak lagi dilandasi visi, misi, atau program politik yang membangun, tetapi malah menebarkan ketakutan, tekanan, dan penyakit kronis berupa kebencian berbasis SARA yang disebarkan melalui berita bohong.
  4. Saya juga ingin mengingatkan bahwa fenomena ini tidak hanya datang dari peserta pilkada, tetapi kini turut disusupi oleh para pebisnis hitam, koruptor, dan pelaku politik busuk yang memanfaatkan sentimen primordial demi kepentingan sempit dan jangka pendek mereka.
    Di akhir pesannya, Paulus Waterpauw menutup dengan salam khas Papua yang menyentuh hati: “Siooo… Tuhan sayang kitorang samua basudara. Nimaowitime.”
Baca Juga :  Petugas Kebersihan PLBN Skouw Temukan Bibit Ganja di Zona Inti Perbatasan RI-PNG

Berita Terkait

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo
Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan
Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi
Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura
Sidang PTUN Jayapura, Gubernur Akui Usulan PAW Naftali Kobepa Telah Diterima
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:21 WIT

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:56 WIT

Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIT

Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WIT

Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru

Senin, 29 Juni 2026 - 08:28 WIT

Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi

Berita Terbaru