Pertemuan dengan Freeport, Komite Eksekutif Papua Dorong Investasi Baru dan Peran OAP

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Pimpinan Komite Eksekutif Papua menggelar pertemuan strategis dengan jajaran direksi PT Freeport Indonesia yang dipimpin Presiden Direktur Tony Wenas di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Pacific Century Place, Jakarta Selatan tersebut dihadiri Ketua Komite Eksekutif Papua Velix Vernando Wanggai, Paulus Waterpauw, Ali Hamdan Bogra, Ignatius Yogo Triyono, John Gluba Gebze, Ari Sihasale, dan Ibu Yanni.

Ketua Komite Eksekutif Papua Velix Vernando Wanggai menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas sinkronisasi rencana pembangunan jangka panjang Papua dengan rencana strategis PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041 bahkan 2061.

“Pertemuan ini membahas grand design pembangunan Papua ke depan, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam sektor pendidikan, dibahas program “Papua Cerdas” yang mencakup pengembangan sekolah sepanjang hari (full day school), sekolah berasrama (boarding school), hingga rencana pembangunan perguruan tinggi bertaraf internasional.

Sementara di sektor kesehatan, fokus diarahkan pada penguatan layanan di wilayah terpencil, termasuk pembangunan puskesmas serta rencana pembangunan rumah sakit guna meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat Papua.

Baca Juga :  Usai Coblos, MDF: Terimakasih Kepada Rakyat Papua

Selain itu, agenda “Papua Produktif” turut menjadi perhatian, terutama dalam mendorong keterlibatan masyarakat asli Papua dalam investasi, pengembangan kawasan ekonomi, serta rantai pasok bisnis PT Freeport Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berencana menyusun nota kesepahaman (MoU) yang mencakup peta jalan (roadmap) kolaborasi periode 2026–2029, serta arah kebijakan strategis hingga tahun 2041.

Velix menegaskan pentingnya pendekatan baru dalam investasi di Papua yang lebih inklusif.

“Ke depan harus ada cara baru dalam investasi di Papua, dengan mengutamakan orang asli Papua serta pemerintah daerah,” tegasnya.

Usai pertemuan, Paulus Waterpauw menyebut diskusi berlangsung konstruktif, termasuk membahas potensi pemanfaatan material sisa tambang (tailing) yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Dari sisi investasi, ada potensi yang bisa kita dorong, termasuk pengelolaan sisa hasil tambang yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan melalui konsep sekolah berasrama serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasional perusahaan.

“Kami berharap semua pihak dapat membantu menjaga keamanan, sehingga aktivitas perusahaan berjalan baik dan tidak terganggu,” katanya.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol: Papua Boleh Terbagi, Tapi Kita Tetap Bersatu !

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif Papua, Ali Hamdan Bogra, menyoroti pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia asli Papua, khususnya di sektor kesehatan.

Ia mengusulkan agar anak-anak Papua didorong untuk mendapatkan pendidikan sebagai tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, sehingga dapat kembali mengabdi di daerah masing-masing.

“Kami ingin anak-anak Papua memiliki kesempatan menjadi tenaga kesehatan dan guru, sehingga kebutuhan di daerah dapat terpenuhi oleh putra-putri daerah sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, usulan tersebut telah mendapat respons positif dari PT Freeport Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan rencana pembangunan fasilitas kesehatan di Papua.

Ali berharap program tersebut dapat disinergikan dengan pembangunan rumah sakit ke depan, sehingga tenaga kesehatan lokal dapat langsung diberdayakan sesuai kebutuhan wilayah.

“Harapannya, tenaga kesehatan dari Papua bisa menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Papua.

 

Berita Terkait

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo
Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan
Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi
Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura
Sidang PTUN Jayapura, Gubernur Akui Usulan PAW Naftali Kobepa Telah Diterima
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:21 WIT

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:56 WIT

Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIT

Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WIT

Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru

Senin, 29 Juni 2026 - 08:28 WIT

Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi

Berita Terbaru