Gubernur Fakhiri Usulkan 200 Kampung Nelayan Merah Putih, KKP Mulai Survei Lokasi Pembangunan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai melakukan survei lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Papua. Program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan tim kementerian saat ini turun langsung ke berbagai wilayah di Tanah Papua untuk menindaklanjuti usulan pemerintah daerah terkait pembangunan kampung nelayan.

“Jadi saya hadir di sini dalam rangka melaksanakan survei atas usulan yang disampaikan oleh Provinsi Papua. Tim kami dari KKP saat ini turun di Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya,” kata Latif usai kegiatan sosialisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Jayapura, Kamis (5/3/2026).

Menurut Latif, hingga saat ini terdapat 179 titik lokasi yang telah terdata dari seluruh provinsi di Tanah Papua, ditambah 29 titik usulan baru yang masih akan diverifikasi melalui survei lapangan.

“Namun kami tetap membuka peluang, dengan harapan bisa membangun Kampung Nelayan Merah Putih secara luas di wilayah Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan kampung nelayan tersebut diawali dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Samberbinyeri, Kabupaten Biak Numfor, yang dijadikan sebagai role model atau percontohan.

Baca Juga :  Mama Penjabat Gubernur Ribka Haluk Menghadiri Langsung peresmian Smelter PTFI oleh Presiden Jokowi di Gresik

Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir di Papua.

“Papua memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Ada tujuh kabupaten dan satu kota yang memiliki kawasan pesisir. Karena itu kami berharap dari provinsi ini akan banyak dibangun Kampung Nelayan Merah Putih,” katanya.

Latif menambahkan, pembangunan kampung nelayan tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat sektor perikanan tangkap di daerah pesisir. KKP menargetkan pembangunan mulai dilakukan pada Mei 2026 setelah seluruh proses survei dan verifikasi lokasi selesai.

“Untuk lokasi pastinya nanti tergantung hasil survei. Kemarin kami melihat langsung di Kampung Muris Kecil, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, kemudian di Kampung Yaruk Yakuri. Selain itu kami juga meninjau beberapa pelabuhan dan pasar ikan,” ujarnya.

Selain pembangunan kampung nelayan, pemerintah juga akan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan revitalisasi pelabuhan dan pasar ikan guna meningkatkan aktivitas ekonomi nelayan.

Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan Pemerintah Provinsi Papua telah mengusulkan 200 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, dengan 121 lokasi di antaranya dinilai telah siap untuk dibangun.

Baca Juga :  Sekretaris Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Provinsi Papua Pegunungan sebut ada Pemalsuan TTD di Rekom DPR

“Kami bersyukur Pak Presiden dan Pak Menteri KKP sangat memberi perhatian. Hari ini bahkan Dirjen langsung hadir untuk melihat bagaimana mendorong pembangunan ekonomi Papua melalui sektor kelautan,” kata Fakhiri.

Ia menilai Papua memiliki potensi besar di sektor kelautan karena wilayahnya didominasi oleh perairan. Karena itu, pengelolaan laut tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga pengembangan industri perikanan.
“Kami akan berangkat dari pengelolaan laut yang baik. Tidak hanya tangkap ikan, tetapi juga membangun industrinya,” ujarnya.

Fakhiri menambahkan bahwa pengembangan sektor perikanan mulai menunjukkan hasil. Baru-baru ini Papua telah mengekspor 17 ton produk olahan tuna, dan ke depan jumlah tersebut ditargetkan meningkat.

“Kalau kemarin kita ekspor 17 ton, ke depan akan kita lipatgandakan. Harapannya ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Papua,” katanya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pesisir sekaligus memaksimalkan potensi kelautan Papua sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya laut terbesar di Indonesia. (***)

 

Berita Terkait

PATROLI DI KALI BRAZA YAHUKIMO, PRAJURIT TNI AMANKAN SENJATA API DAN AMUNISI MILIK KELOMPOK BERSENJATA
Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 07:51 WIT

PATROLI DI KALI BRAZA YAHUKIMO, PRAJURIT TNI AMANKAN SENJATA API DAN AMUNISI MILIK KELOMPOK BERSENJATA

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Berita Terbaru