SUARATANAHPAPUA.COM – Ketua Komite Eksekutif Pembangunan Papua (KEP), Velix Wanggai, menegaskan pentingnya transformasi sistem perencanaan pembangunan agar lebih terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Velix usai pertemuan dengan tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Kantor Komite Eksekutif Papua Lantai 16, Jalan Medan Merdeka Timur, kawasan Monas, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Pimpinan KEP, Ribka Haluk dan John Gluba Gebze.
Dalam keterangannya kepada media, Velix menyampaikan bahwa KEP menginginkan pembaruan sistem perencanaan yang dibangun secara komprehensif, tidak parsial, serta memiliki kesinambungan antara kebijakan nasional dan kebutuhan riil di daerah.
“Kami inginkan sebuah transformasi di bidang perencanaan, lebih khusus bagaimana kita membangun sistem perencanaan ini secara utuh, baik secara nasional maupun daerah,” ujarnya.
Menurutnya, masih terdapat kecenderungan ego sektoral dalam penyusunan dan pelaksanaan program di kementerian maupun dalam pengajuan program dari daerah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat sinkronisasi dan efektivitas pembangunan.
Karena itu, KEP mendorong adanya korelasi yang kuat antara program kementerian dan lembaga di tingkat pusat dengan usulan, inovasi, serta kreativitas pemerintah daerah.
“Kami inginkan ini ada sebuah korelasi, jadi tidak terjadi ego sektoral yang ada di program-program di kementerian maupun juga usulan dan inovasi kreativitas daerah,” tegasnya.
Ke depan, KEP akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian, termasuk dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, serta kementerian dan lembaga lainnya agar transformasi sistem perencanaan dapat diwujudkan secara konkret.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri yang juga pimpinan Komite, Ribka Haluk, menambahkan pentingnya kolaborasi dan harmonisasi berbagai program yang telah berjalan agar arah pembangunan Papua lebih terstruktur dan terarah.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan koordinasi pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di Tanah Papua, melalui sistem perencanaan yang lebih adaptif, sinkron, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat tata kelola pembangunan Papua agar lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat.








