SUARATANAHPAPUA.COM – Anggota Komite Eksekutif Papua (KEP), Paulus Waterpauw, juga menekankan pentingnya ketersediaan sumber energi listrik atau pembangkit listrik (power plant) sebagai fondasi utama percepatan pembangunan dan masuknya investasi ke Tanah Papua. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur kelistrikan selama ini menjadi salah satu faktor penghambat optimalisasi potensi sumber daya alam Papua.
Paulus menilai, banyak potensi ekonomi dan sumber daya alam yang hingga kini belum tergarap karena belum didukung pasokan listrik yang memadai dan berkelanjutan.
“Apabila pemerintah daerah didukung secara serius oleh pemerintah pusat dalam penyediaan sumber kelistrikan, maka investasi akan masuk. Banyak sumber daya alam Papua yang masih tertidur. Dengan listrik, industri skala besar hingga industri rumah tangga dapat berkembang,” ujarnya.
Selain persoalan energi, Paulus juga menyoroti perlunya pembenahan mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar benar-benar berjalan secara bottom-up dan mencerminkan aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga provinsi.
Ia mengingatkan pemerintah daerah agar Musrenbang tidak dijadikan ruang kepentingan politik, melainkan difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat yang bersifat mendasar dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.
“Musrenbang harus dijauhkan dari kepentingan politik. Bicara kepentingan rakyat secara murni. Jika masyarakat membutuhkan air bersih, maka bangun air bersih. Jika membutuhkan jalan antar kampung, bangun jalan. Jika membutuhkan listrik, sekolah, dan puskesmas, maka itu yang harus diwujudkan,” tegas Paulus.
Paulus menambahkan, seluruh masukan tersebut telah disampaikan kepada Deputi Pengembangan Kewilayahan Bappenas dan mendapat respons positif. Poin-poin tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan dalam perencanaan pembangunan Papua ke depan, guna memastikan pembangunan berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.








