SUARATANAHPAPUA.COM – Aksi unjuk rasa (unras) yang digelar ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) terkait insiden pembakaran Mahkota Cenderawasih, Senin (27/10), berlangsung aman dan tertib.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan penyampaian aspirasi berjalan lancar berkat pengawalan ketat aparat kepolisian.
“Prinsipnya kami mengamankan dan mengawal sesuai konstitusi. Kami menjamin penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujar Kapolresta kepada wartawan.
Meski sempat terjadi pro dan kontra di antara massa aksi, Kapolresta berharap ke depan mahasiswa dapat lebih mengonsolidasikan kegiatan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan damai dan tertib.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan aksi hari ini terdapat pergeseran massa dari Expo Waena menuju Perumnas III Waena, yang sempat menyebabkan gangguan arus lalu lintas.
“Para mahasiswa menutup sebagian badan jalan sehingga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi agak terhambat,” jelasnya.
Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Polresta Jayapura menempatkan sekitar 700 personel gabungan dari Polresta, Polda Papua, dan Brimob di lima titik pengamanan, yakni Lingkaran Abepura, Gapura Uncen Bawah, simpang USTJ, Expo Waena, dan Perumnas III Waena.
Kapolresta juga menyoroti pentingnya komunikasi antar pihak dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
“Semua elemen punya tanggung jawab moral dalam momen penyampaian aspirasi. Kami berharap ke depan ada ruang dialog atau audiensi agar suara mahasiswa bisa diterima dengan baik,” pungkasnya.








