SUARATANAHPAPUA.COM – Kepolisian Daerah Papua memastikan kondisi keamanan di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, telah berangsur kondusif setelah aksi penyampaian aspirasi masyarakat pada Rabu (22/10) siang.
Aksi tersebut merupakan bentuk
protes warga terhadap beredarnya video pemusnahan atau pembakaran cenderamata berbentuk
mahkota burung Cenderawasih oleh pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang dinilai menyinggung simbol budaya masyarakat Papua.
Kabid Humas Polda Papua
Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menjelaskan,
Polres Boven Digoel telah bergerak cepat untuk mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas.
“Aksi masyarakat di Tanah Merah pada dasarnya berjalan tertib di awal. Namun, menjelang siang sempat terjadi kesalahpahaman yang memicu kericuhan dan aksi anarkis terbatas, yang segera dapat dikendalikan oleh personel Polres Boven Digoel,” ujarnya.
Menurut Cahyo,
empat orang terduga provokator telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu,
tiga anggota Polri mengalami luka akibat terkena anak panah dan sabetan benda tajam saat berupaya menenangkan massa. Ketiganya kini telah mendapatkan perawatan medis di
RSUD Boven Digoel.
“Kami memahami aspirasi masyarakat, dan Polri siap mengawal setiap bentuk penyampaian pendapat secara damai. Tetapi kami juga tegas menolak segala tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan,
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra bersama
Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Christian masih melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman. Aparat gabungan juga melakukan
patroli dialogis untuk mencegah provokasi lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, dan bersama-sama menjaga keamanan di wilayahnya. Saat ini situasi telah kembali kondusif dan terkendali,” tutupnya.