SUARATANAHPAPUA.COM – Informasi terbaru dari Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, menyebutkan bahwa Nasir Daeng Mappa, warga pendatang yang sebelumnya dilaporkan hilang, telah ditemukan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan awal Kabidhumas Polda Papua, korban ditemukan dengan tanda luka tembus di badan akibat anak panah, menunjukkan dugaan tindak kekerasan. Kronologi lengkap dan motif kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.
Pihak keamanan setempat menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat berwenang. Tim forensik dan kepolisian terus bekerja di lokasi untuk memastikan fakta dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Situasi di Elelim, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, hingga hari ini seperti kota mati. Tidak ada aktivitas apapun karena seluruh warga pendatang sudah mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya dan Jayapura. Aktivitas perkantoran dan perekonomian di kabupaten ini lumpuh. Di sejumlah ruas jalan utama hanya terdapat polisi dan tentara yang bersiaga.
Data Kepolisian per Sabtu, 20 September 2025:
Korban luka dari aparat TNI-Polri sebanyak 9 orang dan 18 orang warga sipil dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RS Erdabi Yalimo, RS Wamena, dan RS Bhayangkara Jayapura. Rumah Sakit Bhayangkara di Jayapura saat ini menangani delapan korban kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Yalimo, termasuk dua anak-anak, lima orang dewasa, dan satu bayi.
Aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan penyisiran di sejumlah lokasi penyerangan dan menemukan puluhan mobil yang dibakar. Total warga sipil pendatang yang mengungsi dari Elelim, Kabupaten Yalimo, adalah 500 orang ke Polres Kabupaten Jayawijaya, 300 orang mengungsi ke halaman Mapolres Yalimo, dan 50 orang kembali ke Kota Jayapura. Kerusuhan pada hari Selasa lalu dipicu oleh aksi penyerangan usai cekcok pelajar SMA Negeri 1 Elelim. Puluhan bangunan terbakar, di antaranya ruko, kos-kosan, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor kecamatan, serta fasilitas milik TNI-Polri. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat juga hangus terbakar.








