SUARATANAHPAPUA.COM – Festival Kopi Papua (Feskop) ke-8 tahun 2025 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua secara resmi ditutup oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai. Dalam sambutannya, Suzana memberikan apresiasi tinggi kepada KPw BI Provinsi Papua serta seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi untuk menyukseskan festival ini, yang berhasil mencatatkan sejumlah capaian signifikan.
Mengangkat Tema Besar “Dari Gunung, Lembah, Pantai, hingga Pasar Global”
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, menegaskan bahwa tema Feskop tahun ini, “Dari Gunung, Lembah, Pantai, hingga Pasar Global”, mencerminkan peran kopi Papua sebagai komoditas penting yang menyatukan masyarakat Papua dan memiliki potensi besar untuk mendukung ekspor nasional. “Berbagai rangkaian acara Feskop 2025, mulai dari workshop, coffee competition, showcasing, hingga business matching UMKM, serta farmers island, memperlihatkan bahwa kopi Papua bukan hanya sekadar produk, tetapi juga identitas, budaya, dan kebanggaan yang mampu menjangkau pasar global lintas generasi,” ujar Faturachman.
Sukses Besar: 38.000 Pengunjung dan Omset Transaksi Mencapai Rp1,14 Miliar
Selama tiga hari penyelenggaraan, Feskop 2025 berhasil menarik sekitar 38.000 pengunjung, melibatkan 62 tenant UMKM, dan 7 petani yang berhasil membukukan omset transaksi sebesar Rp1,14 miliar. Acara ini juga mencatatkan pencapaian luar biasa dengan lebih dari 12.998 transaksi menggunakan sistem pembayaran digital QRIS, dengan nominal transaksi mencapai Rp726,25 juta. Selain itu, KPw BI Provinsi Papua menyediakan layanan kas keliling dengan total penukaran sebesar Rp354 juta.
Meningkatkan Potensi Ekspor Kopi Papua
Rangkaian Feskop tidak hanya berfokus pada festival utama, tetapi juga diperkuat dengan berbagai pre-event strategis. Pada ajang Papua Coffee Week di Jepang, BI Papua menghadirkan 8 varian kopi Papua (7 Arabika dan 1 Robusta). Sementara itu, business matching di World of Coffee Jakarta mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp1,6 miliar. Selain itu, Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 berhasil membuka peluang ekspor kopi ke negara-negara besar seperti Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Tiongkok, dengan permintaan mencapai 1,5 ton green beans dan 80 kg roasted beans.
Sewindu Feskop: Refleksi dan Penguatan Ekosistem Kopi Papua
Sewindu Feskop juga menjadi momentum reflektif yang merayakan delapan tahun perjalanan festival ini. Berbagai kegiatan capacity building turut digelar, seperti studi banding, pelatihan penyajian kopi untuk sektor pariwisata, hingga Accel Class bersama Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI) untuk mencetak barista profesional Papua yang memiliki daya saing global.
Dengan capaian luar biasa ini, Festival Kopi Papua 2025 berhasil memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, menghubungkan petani, pelaku usaha, perbankan, serta masyarakat luas dalam semangat kolaborasi inklusif. Semua ini mengantarkan kopi Papua ke pasar dunia, menjadikannya komoditas yang semakin mendunia.








