Suaratanahpapua.com — Universitas Muhammadiyah (UM) Papua terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat Papua. Hal ini ditunjukkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis, salah satunya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua.
Kegiatan penandatanganan MoU ini berlangsung di Jayapura dan dihadiri langsung oleh Ketua KPID Papua, Rusni Abaidata, serta jajaran pimpinan UM Papua. Kerja sama ini bertujuan memperkuat operasional kampus serta memperluas jangkauan inisiatif pengembangan akademik dan non-akademik di lingkungan UM Papua.
Ketua KPID Papua, Rusni Abaidata, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa kolaborasi lintas lembaga seperti ini merupakan langkah penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap tantangan zaman, khususnya di Papua. Ia berharap kerja sama ini akan mendorong lahirnya program-program strategis yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan generasi muda Papua.
“MoU ini sangat penting karena ke depannya UM Papua akan semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi di tanah Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bid Akademik Dr Indah Suliastini menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi antarlembaga, serta memperkuat peran universitas sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
UM Papua juga berharap bahwa melalui kemitraan ini, akan terbuka lebih banyak peluang sinergi, baik dalam bidang penyiaran, pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan UM Papua untuk terus memperkuat eksistensinya sebagai kampus yang hadir dan tumbuh bersama masyarakat Papua. Dalam waktu dekat, berbagai program kolaboratif direncanakan untuk segera diimplementasikan guna menghasilkan dampak nyata.








