Stabilitas Papua Terancam Jika Pj Gubernur Diganti, Kata KMP3R

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 09:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Rencana pergantian Penjabat (Pj) Gubernur Papua menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) mendapat sorotan tajam dari Koalisi Mahasiswa Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R).

Ketua KMP3R, Paulinus Ohee, menegaskan penolakan mereka terhadap wacana pergantian tersebut. Ia mengingatkan pemerintah pusat agar tidak “bermain api” di tengah situasi politik yang dinilai masih stabil namun rawan.

“Kami menolak dan mengingatkan pemerintah pusat agar tidak menciptakan situasi daerah yang tak stabil jelang PSU,” ujar Paulinus dalam keterangan pers di jayapura.

Menurut Paul, isu politik identitas sedang kental dimainkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan di Papua. Jika pergantian dilakukan saat ini, maka akan membutuhkan waktu adaptasi yang justru bisa mengganggu stabilitas menjelang pencoblosan.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Paulus Waterpauw, Sang Putra Papua Kembali Dipercaya Jalankan Misi Strategis di Tanah Cenderawasih

“Pemilih akan segera mencoblos, dan kita butuh kesolidan koordinasi di tingkat pimpinan. Kalau dilakukan pergantian, kami khawatir situasi justru tidak kondusif,” katanya.

Ia bahkan menduga ada upaya sistematis yang tengah dijalankan untuk menggagalkan PSU yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus mendatang.

Senada dengan itu, Sekretaris KMP3R, Rando Rudamaga, menilai bahwa waktu yang tersisa tinggal 34 hari, dan pergantian mendadak justru bisa menimbulkan kecurigaan adanya skenario menggagalkan proses demokrasi.

Baca Juga :  Herry Naap Tetap Gas, Karena Belum Ada Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Soal Cagub Papua

“Ingat, dana PSU ini besar, jangan sampai gagal karena ulah segelintir orang. Itu uang rakyat dan dana pembangunan,” tegas Rando.

KMP3R juga menilai bahwa Pj Gubernur saat ini bersikap cukup netral dan layak untuk menuntaskan tugasnya hingga ada gubernur definitif.

“Kami ingin Pj Gubernur menyelesaikan tugasnya sampai tuntas. Jika tuntutan kami tidak direspons, kami siap turun aksi besar-besaran ke DPR Papua,” pungkas Paulinus.

Berita Terkait

PATROLI DI KALI BRAZA YAHUKIMO, PRAJURIT TNI AMANKAN SENJATA API DAN AMUNISI MILIK KELOMPOK BERSENJATA
Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 07:51 WIT

PATROLI DI KALI BRAZA YAHUKIMO, PRAJURIT TNI AMANKAN SENJATA API DAN AMUNISI MILIK KELOMPOK BERSENJATA

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Berita Terbaru